Banjar Raya Post, JAKARTA – Menteri Perhubungan Dudy Purwaghandi mengganti Direktur Jenderal Perhubungan Laut Muhammad Masyhud, Jumat (18/9/2026).
Kementerian Perhubungan menyebut pergantian tersebut merupakan bagian dari evaluasi dan penyegaran organisasi untuk memperkuat kinerja, pengawasan, serta keselamatan pelayaran.
Sebagai pengganti sementara, Dudy menunjuk Sekretaris Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Lollan Panjaitan sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Dirjen Perhubungan Laut.
Plt Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenhub Farida Makhmudah membenarkan adanya pergantian tersebut. Menurutnya, perubahan pimpinan tidak hanya terjadi di Ditjen Perhubungan Laut, tetapi juga pada posisi Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan (BPSDMP).
“Iya (ada pergantian), saat ini sudah ditunjuk Plt-nya. Jadi bukan hanya di Dirjen Hubla tapi juga di Kepala BPSDMP,” kata Farida, dikutip dari Antara.
Penunjukan Lollan sebagai Plt dilakukan untuk memastikan pelaksanaan tugas dan roda organisasi di lingkungan Ditjen Perhubungan Laut tetap berjalan.
Farida mengatakan, evaluasi juga diarahkan untuk memperkuat kepemimpinan dan sistem pengawasan, khususnya dalam penyelenggaraan transportasi laut. Pembenahan tidak hanya menyangkut administrasi dan regulasi, tetapi juga pengawasan operasional serta keselamatan pelayaran di lapangan.
Sementara itu, pergantian Kepala BPSDMP dilakukan karena pejabat sebelumnya telah memasuki masa pensiun. Kemenhub kemudian menyiapkan pejabat pelaksana tugas untuk menjaga keberlangsungan pekerjaan di lembaga tersebut.
Pergantian Dirjen Perhubungan Laut berlangsung di tengah penanganan kecelakaan KM Virgo Transport 8 di perairan dekat Kepulauan Masalembo, Laut Jawa. Sebelumnya, juga terjadi insiden hilangnya delapan orang, termasuk lima jurnalis, di Selat Sunda saat meliput erupsi Gunung Anak Krakatau.
Namun, Kemenhub tidak menyebut kedua peristiwa tersebut sebagai alasan pergantian Dirjen Perhubungan Laut. Pemerintah menyatakan keputusan itu merupakan bagian dari evaluasi dan penyegaran organisasi, dengan penekanan pada penguatan kepemimpinan, pengawasan, dan keselamatan pelayaran.
Sumber: Antara


Komentar