Banjar Raya Post, MARTAPURA – PLTA Ir PM Noor Riam Kanan mengurangi operasional pembangkit dari dua unit menjadi satu unit sejak awal Juli 2026 untuk menghemat cadangan air bendungan di tengah kemarau panjang.
Manager PLTAD Gunung Bamega, Reza Permana, mengatakan langkah tersebut dilakukan untuk menjaga ketersediaan air agar operasional pembangkit tetap berlangsung hingga musim hujan tiba. PLTA menargetkan cadangan air mampu bertahan hingga minggu kedua November atau awal Desember 2026.
Penghematan dilakukan setelah bendungan Riam Kanan tidak mendapat aliran air masuk (inflow) dari sungai selama lebih dari 40 hari akibat minimnya curah hujan.
“Sejak awal Juli kami sudah melakukan penghematan, dari yang sebelumnya mengoperasikan dua unit menjadi satu unit. Kami mengoptimalkan cadangan air agar tetap bertahan sampai minggu kedua November hingga awal Desember mendatang,” ujarnya saat ditemui di Bukit Bintang Park and Resort, Rabu (9/9/2026).
Meski operasional pembangkit dikurangi, PLTA tetap mengeluarkan air dengan debit 12–13 meter kubik per detik selama 24 jam. Debit tersebut masih mencukupi kebutuhan air baku masyarakat melalui Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM).
Berdasarkan koordinasi dengan Balai Wilayah Sungai (BWS), kebutuhan air baku masyarakat berkisar 8–9 meter kubik per detik. Dengan demikian, debit air yang dikeluarkan PLTA masih berada di atas kebutuhan harian.
Terkait pengeringan saluran irigasi, Reza menjelaskan bahwa pengaturannya merupakan kewenangan BWS, bukan PLTA. (WAN/ELF)


Komentar